disaat aku menangis
dia tertawa di atas genangan airmataku
disaat ku bersedih dan marah dengan keadaan
dia dengan entengnya menyunggingkan senyumnya
disaat ku larut dalam kebencian
dia terbang melayang menikmati ketidakberdosaan
disaat aku berusaha mendaki tebing harapan
dia menghempaskanku dalam jurang keterpurukkan
kupungut dan kukumpulkan keping-keping sisa kekuatan
untuk terus bertahan
dan tak kalah dengan api dendam yang membakar ini
bagaimana aku memadamkannya
menghapus semua noda hitam di hidupku
agar aku dapat sedikit mengecap kebahagiaan
dan menghirup angin ketenangan/kebebasan???
Langganan:
Postingan (Atom)
